
bunga Kimilsungia, bunga nasional Republik Rakyat Demokratik Korea
(RRDK). Bunga yang juga menjadi simbol persahabatan antara kedua bangsa
ini diserahkan pertama kali oleh Presiden Soekarno sebagai hadiah ulang
tahun kepada Presiden Kim Il Sung pada saat berkunjung ke Indonesia
tahun 1965.
Bunga sejenis dendrobioum itu, kemudian diberi nama
Kimilsungia. Bunga ini dikembangkan secara luas di RRDK. Untuk
memperingati hari kelahiran Presiden Kim Il Sung, atau yang dikenal
dengan Day of the Sun, pemerintah RRDK menyelenggarakan Festival Bunga
Kimilsungia tiap tahunnya.
Menurut buku yang diterbitkan
Pyongyang Korea pada abad ke-20: 100 Kejadian Penting, Kim Il-sung
pernah berkunjung ke Indonesia untuk menemui rekan sejawatnya, Soekarno.
Kim diajak berjalan-jalan di Kebun Raya Bogor, ketika itu:
dia
berhenti di depan sekuntum bunga tertentu, batangnya meregang lurus,
daunnya membentang seimbang, memberikan tampilan yang cantik, dan warna
merah mudanya pada saat mekar menunjukkan keanggunan dan martabatnya;
dia berkata bahwa tumbuhan itu terlihat menawan hati, berbicara
meluap-luap karena telah berhasil menemukannya. Soekarno berkata bahwa
tumbuhan itu belum memiliki nama, dan dia akan menamainya menurut nama
Kim Il Sung. Kim Il Sung menolak tawaran Soekarno, tetapi Soekarno tetap
bersikeras bahwa menerakan nama Kim Il Sung bagi bunga itu adalah
sebuah kehormatan yang besar, sebab Kim Il Sung telah menunjukkan
penggalian yang besar demi manfaat yang diraih umat manusia.
Tamu
Negara, PM RDR Korea Marsekal Kim Il Sung Sabtu siang djam 13.15 dengan
pesawat Iljusin 25 telah mendarat dilapangan udara internasional
Kemajoran, dengan disambut oleh Presiden Soekarno, didampingi oleh WPM
II Leimena, Menko. Djenderal Nasution dan beberapa menteri lainnja.
Judul
dan kepala berita di atas dikutip dari harian sore Sinar Harapan
halaman satu tanggal 10 April 1965 karena harian Kompas baru terbit
pertama kali pada 28 Juni 1965.
KUNJUNGAN Perdana Menteri
Republik Demokrasi Rakyat Korea (Korea Utara) Kim Il Sung 10-20 April
1965 itu tampak disambut dengan meriah oleh Presiden Soekarno dan
rakyat. Sinar Harapan melaporkan, Dilapangan udara Kemajoran dan
disepandjang djalan sampai Istana Merdeka ribuan penduduk menjambutnya
dengan penuh rindu.
Kunjungan itu dimaksudkan untuk menghadiri
peringatan dasawarsa Konferensi Asia Afrika di Bandung. Hangatnya
hubungan Indonesia dan Korea Utara (Korut) itu tampak pula dengan
dianugerahkannya gelar doktor honoris causa kepada Kim Il Sung. Doktor
kehormatan di bidang ilmu teknologi diterima dari Universitas Indonesia
dan penganugerahannya dilakukan di Istana Merdeka tanggal 15 April.
Soekarno
dan Kim Il Sung juga menandatangani naskah pernyataan bersama tanggal
15 April 1965 di Istana Merdeka tentang "Perdjoangan Bersama Melenjapkan
Nekolim".
Tanggal 13 April 1965 Soekarno mengajak Kim Il Sung ke
Kebun Raya Bogor (KRB). Ketika melihat koleksi anggrek di rumah kaca
KRB, Kim Il Sung terpesona menyaksikan anggrek yang sedang indah
berbunga. Presiden Soekarno spontan menawarkan untuk menamai bunga itu
Kim Il Sung. Kebetulan sekali, bunga anggrek hasil silangan penyilang
anggrek CL Brundt asal Makassar tersebut belum diberi nama. Kim Il Sung
yang merasa gembira sekali atas penghargaan itu langsung setuju.
Anggrek
Kim Il Sung baru dibawa ke Korut tahun 1975. Tahun 1981, bunga ini
didaftarkan Guntur Soekarnoputra ke lembaga botani di London, Inggris,
dengan nama bunga dendrobium kimilsung. Bunga yang biasa disebut
kimilsungia menjadi bunga kebanggaan Korea Utara sejak tahun 1995. Bunga
tersebut selalu tampil pada festival bunga yang diselenggarakan saat
peringatan hari ulang tahun Kim Il Sung (Kompas, 16/7/2002).
sumber : WIkipedia